Dirancang untuk membangun fondasi yang kuat dalam keterampilan bahasa, matematika, dan sains, dengan materi yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Kurikulum & pembelajaran
Belajarlewatbermain,tumbuhlewatmakna
Dalam program Early Years kami, anak-anak diperkenalkan dengan kurikulum Cambridge, kurikulum Nasional, serta metode pembelajaran tambahan berbasis Montessori.
Kurikulum
Tiga benang, satu kain yang utuh.
Menanamkan semangat nasionalisme dan nilai-nilai luhur Pancasila.
Memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar secara aktif melalui kegiatan bermain, eksplorasi langsung, dan pengalaman yang mendorong kemandirian, kreativitas, serta rasa ingin tahu.
Gabungan pendekatan ini dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi setiap anak.
Pendekatan
Lima prinsip yang kami pegang setiap hari.
- 1
Pengalaman
Metode pembelajaran yang paling diharapkan untuk anak usia dini adalah melalui keterlibatan langsung dan pengalaman nyata.
- 2
Aktif
Anak-anak seharusnya terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri melalui pengalaman yang direncanakan dengan baik, yang membantu mereka mengembangkan kompetensi, kemandirian, keterikatan emosional, dan rasa harga diri.
- 3
Keseimbangan
Pembelajaran harus mendorong keseimbangan antara perkembangan fisik, kognitif, bahasa dan komunikasi, serta sosial dan emosional.
- 4
Bermain
Pembelajaran harus sesuai dengan usia, berbasis bermain, dan berpusat pada anak. Kegiatan yang dilakukan harus mencakup aktivitas yang dipimpin oleh anak maupun oleh orang dewasa.
- 5
Transisi
Pendidikan anak usia dini harus membantu anak-anak bertransisi dengan sukses ke sekolah dasar, dari pembelajaran berbasis bermain yang tidak formal menuju pengajaran yang lebih formal.
Tahapan Pendidikan
Langkah pertama di Cambridge Pathway.
PG-TK Semesta menggunakan Cambridge Curriculum, yaitu Cambridge Early Years — program untuk anak usia 3–6 tahun.
Program ini memberikan awal terbaik bagi para pembelajar muda, membantu mereka mencapai tonggak perkembangan utama di usia dini dan berkembang baik di dalam maupun di luar sekolah. Cambridge Early Years merupakan tahap pertama dalam Cambridge Pathway, yang memberikan jalur yang jelas menuju keberhasilan pendidikan bagi siswa dari usia 3 hingga 19 tahun.

Metode Pembelajaran
Banyak cara untuk memahami dunia.
Taman kanak-kanak kami menggunakan berbagai metode pengajaran dan pembelajaran untuk memberikan pendidikan yang holistik bagi para pembelajar muda.
-
Pembelajaran Aktif
Mendorong para pembelajar untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran melalui proyek, eksperimen, dan permainan.
-
Program Literasi
Mencakup berbagai aktivitas literasi, seperti membaca, menulis, dan bercerita, untuk mengembangkan keterampilan berbahasa.
-
Pendidikan Karakter
Menekankan perkembangan nilai-nilai positif, keterampilan sosial, dan kecerdasan emosional.
-
Pendidikan Jasmani
Mempromosikan kebugaran fisik dan kebiasaan sehat melalui berbagai olahraga dan kegiatan fisik.
-
Metode Montessori
Pendekatan yang berfokus pada anak ini menekankan pembelajaran mandiri, kegiatan langsung, dan eksplorasi sesuai dengan kecepatan masing-masing anak.
Area Pembelajaran
Delapan area utama perkembangan anak.
- 1
Religious and Moral Values
Mengenalkan konsep ketuhanan, membangun kesadaran spiritual, serta menanamkan nilai moral seperti kejujuran, keadilan, toleransi, empati, dan menghargai keberagaman.
- 2
Personal, Social & Emotional Development
Mendukung kesejahteraan, persahabatan, pengendalian emosi, kepercayaan diri, dan kepedulian terhadap orang lain.
- 3
Communication & Literacy
Mengembangkan keterampilan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis melalui aktivitas menarik.
- 4
Mathematics
Memperkenalkan bahasa, konsep, dan pola berpikir matematika melalui permainan dan kegiatan.
- 5
Physical Development
Mendorong keterampilan gerak, sikap positif terhadap olahraga, dan gaya hidup sehat.
- 6
Creative Expression
Menyalurkan ide dan imajinasi melalui seni, musik, tari, dan drama, sambil mengasah keterampilan.
- 7
Fine Motor Skills
Meningkatkan ketepatan, koordinasi, dan kontrol gerakan tangan melalui kegiatan seperti menggambar, memotong, dan merangkai.
- 8
Understanding the World
Menumbuhkan rasa ingin tahu dengan mengenal sains, teknologi, humaniora, dan lingkungan sekitar.
Spiral approach
Diulang, lalu diperdalam.
Kami mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan melalui pendekatan spiral, dengan cara mengulang dan mendalami topik serta keterampilan di setiap tahap.
Spiral approach atau pendekatan spiral adalah metode pembelajaran yang melibatkan pengulangan materi secara bertahap dengan semakin mendalam pada setiap tahapnya. Topik atau konsep yang sama diperkenalkan pada siswa di berbagai tahap pendidikan, namun dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat seiring waktu — memperkuat pemahaman dan keterampilan secara berkesinambungan.
- Membantu peserta didik memenuhi tonggak perkembangan anak usia dini yang telah ditetapkan secara internasional. Meskipun setiap anak berkembang pada tingkat yang berbeda, kurikulum ini memberikan struktur untuk pengajaran dan pembelajaran yang membantu memantau dan mendukung kemajuan setiap anak.
- Mendukung pendekatan bilingual atau multilingual untuk peserta didik.
- Mempersiapkan peserta didik untuk bertransisi dengan mudah ke Sekolah Dasar atau tahap pendidikan selanjutnya.
Asesmen & Rapor
Dipantau dengan teliti, dibicarakan bersama.
Asesmen. Perkembangan siswa dinilai oleh guru melalui observasi secara berkala selama siswa mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan aktivitas sehari-hari di sekolah. Hasil observasi digunakan untuk memantau perkembangan dan kebutuhan belajar setiap siswa.
Rapor. Report Distribution dilaksanakan empat kali dalam satu tahun. Orang tua atau wali murid berdiskusi langsung dengan wali kelas mengenai perkembangan siswa — proses belajar, pencapaian, serta aspek perkembangan yang perlu terus didukung.
4kali setahun
bertemu wali kelas, bicara tentang si kecil
Resources Education
Sumber belajar yang beragam.
Beragam resources dipakai agar pengalaman belajar lebih beragam, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan serta tahap perkembangan anak — sehingga anak dapat belajar melalui berbagai cara, mengeksplorasi hal-hal baru, dan menikmati setiap proses pembelajaran.
1Kurikulum Nasional
Merupakan kurikulum yang mengacu pada kebijakan pendidikan nasional dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tahap perkembangan peserta didik. Kurikulum ini menjadi dasar dalam pelaksanaan pembelajaran untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, karakter, maupun nilai-nilai positif.
Dasar hukum: Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
2Cambridge Early Years
Kurikulum internasional Cambridge menetapkan standar global untuk pendidikan dan diakui oleh universitas serta perusahaan di seluruh dunia. Kami mempersiapkan pendidikan mereka sejak tingkat Playgroup dan Taman Kanak-Kanak.
3Character Education
Adalah program pembelajaran sosial-emosional untuk siswa prasekolah hingga kelas 6, yang dirancang untuk mendorong komunikasi dan pemahaman antar gender, interaksi serta rasa kebersamaan baik di dalam maupun di luar kelas, serta mengembangkan anak-anak menjadi orang dewasa yang penuh kasih dan peduli.
4Metode Montessori
Melihat anak sebagai individu yang secara alami memiliki keinginan untuk belajar dan mampu memulai proses pembelajaran dalam lingkungan belajar yang mendukung dan dirancang dengan penuh perhatian. Metode ini berusaha untuk mengembangkan anak secara fisik, sosial, emosional, dan kognitif.
5Literacy & STEAM
Literacy & STEAM merupakan pendekatan pembelajaran untuk anak usia dini yang mengintegrasikan kemampuan literasi dengan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna.
Dalam kegiatan ini, anak diajak untuk mengenal huruf, bunyi, kosakata, cerita, serta mengembangkan kemampuan menyimak dan berkomunikasi. Pada saat yang sama, anak diberikan kesempatan untuk mengamati lingkungan, bereksperimen sederhana, memecahkan masalah, membangun dan menciptakan sesuatu, mengenal konsep matematika dasar, serta mengekspresikan ide melalui seni.
Pembelajaran dirancang sesuai dengan karakteristik anak PAUD, dengan menekankan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian. Melalui pengalaman langsung dan kegiatan eksplorasi, anak tidak hanya belajar tentang suatu konsep, tetapi juga belajar bertanya, mencoba, menemukan, dan menceritakan kembali hasil pengalamannya.
Tujuan Literacy & STEAM adalah memberikan pengalaman belajar yang holistik sehingga anak tumbuh menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, percaya diri, dan memiliki kemampuan dasar literasi serta pemecahan masalah sejak dini.